Isnin, 4 Julai 2011

Malaikat Maut !!!

Perihal Malaikat Maut


Ada riwayat yang mengatakan bahawa Malaikat Maut, kepalanya sampai ke langit dan kakinya sampai ke bumi . Dunia berada dalam genggaman tangannya seperti piring makan yang berada di hadapanmu . Malaikat Maut melihat wajah setiap anak Adam sebanyak 366 kali dan memperhatikan tiap-tiap rumah 600 kali .

Malaikat Maut akan berdiri di tengah-tengah dunia sambil memperhatikan dunia dan seluruh isinya, sama ada di daratan, di lautan mahupun di pergunungan seperti sebuah piring yang berada di antara kedua kakimu .

Malaikat Maut mempunyai pembantu-pembantu yang dapat menelan langit dan bumi dalam sekali telan . Para Malaikat lain sangat takut kepada Malaikat Maut melebihi ketakutan seseorang terhadap binatang buas .

Malaikat Maut mencabut roh anak Adam dari berbagai anggota tubuhnya seperti dari kukunya, keringatnya, rambutnya yang mana perpindahan roh dari satu persendian ke persendian yang lain sakitnya melebihi sakit akibat tebasan 1000 pedang . Seandainya bumi dan langit disuruh menanggung rasa sakit yang diakibatkan kematian nescaya keduanya akan hancur lebur kerana tiada kuasa menanggung rasa sakit itu .

Malaikat Maut akan meletakkan roh orang Mukmin yang dicabutnya di atas sutera putih yang diberi harum-haruman sedangkan roh orang kafir diletakkan di dalam sebuah bejana ( bekas ) dari api yang baunya lebih busuk daripada bangkai .

Apabila ajal seseorang Mu΄min itu hampir tiba, maka dia akan didatangi empat Malaikat yang akan mencabut nyawa orang Mu΄min itu dari kaki kanan dan kaki kirinya .

Roh orang Mu΄min akan keluar melalui hujung jari-jarinya seperti air yang mengalir . Keadaan orang kafir ketika akan meninggal dunia seperti kain kapas basah yang digosok dengan seterika yang sangat panas .

Para ‘Ulama΄ berkata : Apabila setiap Nabi, Rasul, para wali serta orang yang bertaqwa mengalami pedihnya mati, maka lalu kenapa oang biasa seperti kita enggan mengingati pedihnya kematian tersebut ??? Kenapa kita masih belum mahu juga untuk mempersiapkan bekal bagi menghadapinya ??? 

Rujukan : Kitab At Tadzkirah Fii Ahwaalil Mauta Wa Umuuril Akhirah .